Ada Kemungkinan 80 persen ini adalah kembaran bumi

Temuan planet baru mirip bumi dengan ukuran jauh lebih besar membuat para peneliti makin giat mengobservasi planet itu. Hasil observasi terbaru pun menunjukkan hal yang menggembirakan.

Did you know? 10 Pesawat Terburuk dan Teraneh yang Pernah Diciptakan

Perancangan dan pembuatan sebuah pesawat, membutuhkan tingkat perhitungan yang sangat detail. Tingkat kesalahan pada perhitungan sekecil apapun harus ditekan mendekati angka nol persen. Bukan hanya bisa terbang saja, namun kenyamanan, akselerasi dan manuvernya juga harus bisa memenuhi ekspektasi.

Astronomi : Satu Tahun Cahaya = Berapa Lama?

Kita sering membaca jarak benda-benda di langit menggunakan satuan tahun cahaya. Penggunaan kata "tahun" seolah menunjuk pada waktu, "berapa lama". Sesungguhnya yang dimaksud adalah satuan jarak.

"Keep It Simple Slide" Trik Merancang presentasi yang Briliant

Pada kesempatan ini kita akan bicara sedikit tentang filosofi KISS, bukan artinya “ciuman”, namun “KISS” disini diartikan sebagai “Keep It Simple Slide”. Sebelum masuk ke teknik membuat slide presentasi Anda menjadi simple, kita akan mengupas terlebih dahulu filosofi “Simplicity” ini.

Hebohnya Reaksi Bule Ditantang Makan Durian,Kapok atau Suka?

Durian adalah buah yang eksotis dan hanya ada di beberapa negara tropis. Indonesia termasuk negara beruntung yang bisa menghasilkan banyak durian enak. Walaupun buah yang satu ini aromanya tajam dan tidak disukai beberapa orang, tetap saja ada banyak penggemar durian.

Sabtu, 24 Agustus 2013

Sejarah Lahirnya Hizbul Wathan


Lahirnya Hizbul Wathan


KH. Ahmad Dahlan
(Pendiri Muhammadiyah dan Hizbul Wathan)

SEJARAH SINGKAT PANDU HIZBUL WATHAN
DETIK DETIK LAHIRNYA HW
Pada suatu hari (Ahad) KH. Ahmad Dahlan memanggil beberapa guru Muhammadiyah : Bp. Somodirdjo (Mantri Guru Standart School Suronatan), Bp. Syarbini dari sekolah Muhammadiyah Bausasran dan seorang lagi dari Sekolah Muhammadiyah Kota Gede.
KH. Ahmad Dahlan berkata kira-kira demikian :
“Saya tadi pagi di Solo sepulang dari Tabligh sampai di muka Pura Mangkunegaran di alun-alun Surakarta melihat anak-anak baris-berbaris, sebagian bermain-main, semuanya berpakaian seragam, baik sekali! Apa itu??”.
Bp. Somodirjo menjelaskan bahwa itu adalah Pandu Mangkunegaran yang namanya JPO (Javaanche Padvinderij Organisatie) ialah suatu gerakan pendidikan anak-anak diluar sekolah dan rumah.
Mendengar keterangan tersebut KH. Ahmad Dahlan menyambut :
“Alangkah baiknya kalau anak-anak keluarga Muhammadiyah juga dididik semacam itu untuk leladi menghamba kepada Allah, selanjutnya beliau mengharap kepada para guru untuk mencontoh gerakan pendidikan itu”.
Bp. Somodirdjo dan Bp. Syarbini mempelopori mengadakan persiapan – persiapan akan mengadakan gerakan pendidikan untuk anak-anak diluar sekolah dan rumah. Mula-mula yang digerakkan untuk latihan adalah para guru-guru sendiri dulu. Pendaftaran dimulai dan latihan pun diadakan di SD Muhammadiyah Suronatan tiap Ahad Sore. Latihan meliputi baris-berbaris, bermain tambur dan olahraga, kemudian ditambah dengan PPPK dan kerohanian. Bp. Syarbini adalah seorang pemuda yang pernah mendapat pendidikan kemiliteran melatih baris-berbaris. Banyak pemuda yang tertarik sehingga pengikut latihan semakin banyak. Akhirnya diadakan penggolongan yakni golongan dewasa dan anak-anak.

PADVINDER MUHAMMADIYAH
Tahun 1918 adalah saat Gerakan Hizbul wathan melangkahkan langkahnya yang pertama dengan nama Padvinder Muhammadiyah. Nama tersebut semakin populer. Untuk pengawasan Gerakan padvinder Muhammadiyah ini diserahkan kepada Muhammadiyah bagian sekolahan. Oleh Muhammadiyah bagian sekolahan tersebut dibentuklah pengurus sebagai berikut :
Ketua : H. Muchtar
Wakil Ketua : H. Hadjid
Sekretaris : Somodirdjo
Keuangan : Abdul Hamid
Organisasi : Siradj Dahlan
Komando : Sjarbini dan Damiri
Untuk memajukan gerakan tersebut, direncanakan akan mengadakan studi ke JPO Solo. Agar kunjungan ke JPO Solo tersebut meriah, bagian sekolahan mengusahakan uniform, kemeja drill kuning dan kemeja drill biru, sedang untuk setangan leher untuk mudahnya menggunakan kacu yang banyak dijual ialah kacu merah berbintik hitam.
Kedatangan Padvinder Muhammadiyah menggemparkan kota Solo. Di lapangan mangkunegaran diadakan demonstrasi-demonstrasi dan macam-macam permainan sebagai perkenalan. Padvinder Muhammadiyah mendapat pelajaran yang sangat berharga dalam kunjungan ke JPO Solo.

NAMA HIZBUL WATHAN
Sepulang dari kunjungan ke JPO Solo tersebut dibicarakan nama dari Padvinder Muhammadiyah. Di rumah Bp. H. Hilal Kauman, RH. Hadjid mengajukan nama yang dianggap cocok pada waktu itu yaitu HIZBUL WATHAN, yang berarti Pembela Tanah Air. Hal ini mengingat adanya pergolakan-pergolakan di luar negeri maupun di dalam negeri yaitu masa berjuang melawan penjajah Belanda.
Nama HIZBUL WATHAN sendiri berasal dari nama kesatuan tentara Mesir yang sedang berperang membela tanah airnya. Dengan kata sepakat nama HIZBUL WATHAN dipakai mengganti nama “Padvinder Muhammadiyah“ tahun 1920.
Kejadian itu bertepatan dengan peristiwa akan turunnya dari tahta Paduka Sri Sultan VII di Yogyakarta. Untuk turut menghormat dan akan ikut mengiringkan pindahnya Sri Sultan VII dari keraton ke Ambarukmo, diadakan persiapan-persiapan dam latihan. Pada tanggal 30 Januari 1921 barisan HW keluar turut mengiringkan Sri Sultan VII pindah dari keraton ke Ambarukmo. Keluarga HW mendapat penuh perhatian dari khalayak ramai. Dari saat itulah HW terkenal pada umum. Hal ini ditambah lagi sesudah beberapa hari kemudian HW berbaris dalam perayaan penobatan Sri Sultan VIII. Perayaan diadakan di alun-alun utara Yogyakarta. HW turut pula dengan mengadakan demonstrasi dimuka panggung dimana Sri Sultan VIII dengan para tamu menyaksikannya.
HW telah menjadi buah bibir masyarakat. Demikianlah uniform HW mulai dikenal masyarakat. Maka tidak heranlah, kalau kadang-kadang kalau ada anak Belanda atau Cina berpakaian Padvinder (NIPV) dikatakan : “Lho, itu ada HW Landa, Lho itu ada HW Cina”, yang sebetulnya yang dimaksud adalah Padvinder NIPV, bahkan setiap ada anak berpakaian pandu selalu dikatakan Pandu HW.
Pada tanggal 13 Maret 1921 KH. Fachrudin menunaikan ibadah haji yang kedua kalinya yang diantar oleh barisan Pandu HW dan Warga Muhammadiyah sampai Stasiun Tugu Yogyakarta. KH. Fachrudin sempat berpesan didepan anggota-anggota HW dengan menanamkan anti penjajah pada anak HW :
“Tongkat-tongkat yang kamu panggul itu pada suatu ketika nanti akan menjadi senapan dan bedil”
Pesan KH. Fachrudin itu ternyata benar, karena beberapa tahun kemudian banyak anggota HW yang memegang senjata pada Zaman Jepang dengan memasuki barisan PETA (Pembela Tanah Air) seperti : Suharto (Presiden), Sudirman (Panglima Besar TNI), Mulyadi Joyomartono, Kasman Singodimejo, Yunus Anis, dll.
Pesatnya kemajuan HW rupaya mendapat perhatian dari NIPV (perkumpulan kepanduan Hindia belanda sebagai cabang dari kepanduan di Negeri Belanda(NPV)). Pada waktu itu gerakan kepanduan yang mendapat pengakuan dari Internasional hanyalah yang bergabung dalam NIPV tersebut.

HW MENOLAK BERGABUNG DENGAN NIPV
M. Ranelf seorang pemimpin dari NIPV dan yang memegang perwakilan NPV telah datang di Yogyakarta menemui pimpinan HW, mengajak supaya HW masuk ke dalam organisasi NIPV. Usaha-usaha Ranelf selaku komisaris NIPV tiada hentinya untuk menarik HW menjadi anggota NIPV sehingga ketika Konggres Muhammadiyah tahun 1926 di Surabaya, ia mengikuti Konggres Muhammadiyah dari awal sampai dengan selesai.
Selanjutnya diadakan pertemuan lagi di Yogyakarta oleh wakil NIPV, mengajak HW masuk kedalam organisasi NIPV. HW mempunyai prinsip-prinsip yang sukar diterima oleh Padvinder. Adapun HW jika dikatakan itu bukan Padvinder, bagi HW tidak keberatan. HW adalah Hizbul Wathan, mau dikatakan itu padvinder atau bukan terserah yang mau mengatakannya.
KH. Fachrudin mengetahui bahwa NIPV merupakan kepanduan yang bersifat ke Belanda an dan merupakan alat dari penjajah Belanda, sehingga ajakan tersebut ditolak HW. Alasan HW menolak ajakan tersebut karena HW sudah mempunyai dasar sendiri yaitu Islam, dan HW sudah mempunyai induk sendiri yaitu Muhammadiyah. Sesuai dengan induknya HW bersemangat anti penjajah, HW tidak dapat diatur menurut aturan NIPV.

HW PADA MASA PENJAJAHAN JEPANG
Pada permulaan jaman Jepang HW masih nampak kegiatannya, bahkan ikut pawai yang diadakan oleh Jepang dalam rangka merayakan UlangTahun Tenno Heika, sedangkan yang memimpin pawai tersebut Bp. Haiban Hadjid. HW terpilih untuk ikut serta dalam pawai tersebut karena HW dalam baris-berbaris terkenal bagus dibandingkan dengan kepanduan lainnya. Oleh karena itu pandu-pandu dari organisasi lain memberi identitas HW sebagai PANDU MILITER.
Kepanduan pada permulaan perndudukan Jepang namapknya akan mendapat kesempatan hidup terus. Namun tidak lama kemudiansecara terang-terangan Jepang melarang berdirinya organisasi-organisasi kepanduan serta pergerakan lainnya.
Sehingga semua pandu-pandu di Indonesia tidak aktif dari kegiatannya.

PADA MASA KEMERDEKAAN
Sesudah proklamasi kemerdekaan timbullah keinginan untuk menghidupkan kembali organisasi kepanduan Indonesia. Sedang bentuk dan sifatnya harus sesuai dengan keadaan, yakni suatu organisasi kepanduan yang bersatu meliputi seluruh Indonesia dan tidak terpecah belah.
Pada akhir bulan September 1945 di Balai Mataram Yogyakarta berkumpullah beberapa orang pemimpin pandu. Dari HW hadir Bp. M. Mawardi dan Bp. Haiban Hadjid.
Pada tanggal 27 – 29 Desember 1945 diadakan konggres Kesatuan Kepanduan Indonesia yang hadir lebih kurang 300 orang. Termasuk utusan dari HW. Dalam konggres ini dengan suara bulat diputuskan membentukPANDU RAKYAT INDONESIA.
Anggota pengurus Kwartir Besar Pandu Rakyat Indonesia antara lain : Dr. Mawardi (KBI), Hertog (KBI), Abdul Ghani (HW), Jumadi (HW).
Tahun 1948 terjadilah aksi polisionil ke 2, Belanda mendudukiYogyakarta, Ibu Kota RI.
Konggres pandu Rakyat kedua diselenggarakan di Yogyakarta pada tanggal 20 sampai dengan 22 Januari 1950. Keputusan-keputusan yang dihasilakn dalam konggres Pandu Rakyat Indonesia yaitu antara lainmenerima konsepsi baru yang memberi kesempatan kepada bekas pemimpin pandu untuk menghidupkan kembali organisasinya masing-masing.

AMANAT PANGSAR JENDERAL SUDIRMAN
Pada hari Ahad Legi 19 Desember 1948 Belanda menyerbu dan menduduki Ibu Kota RI Yogyakarta dan menangkap Presiden dan Wakil Presiden serta beberapa pemimpin Indonesia lainnya, tetapi bukan berarti RI telah jatuh. Pangsar Jenderal Sudirman (Pandu HW) meskipun dalam keadaan sakit beliau pantang menyerah, keluar kota untuk memimpin perang gerilya.
Pada tanggal 29 Juni 1948 Belanda meninggalkan Yogyakarta dan masuklah tentara RI ke Yogyakarta, yang kemudian terkenal dengan Yogya Kembali. Pangsar Jenderal Sudirman masih dalam keadaan dan dirawat di RS Magelang.
M. Mawardi dan beberapa orang wakil dari Muhammadiyah menengok di RS Magelang. Pada saat itu Jenderal Sudirman mengamanatkan kepada Mawardi selaku Wakil Muhammadiyah agar Kepanduan Hizbul Wathan yang merupakan tempat pendidikan untuk CINTA TANAH AIR didirikan lagi. Di samping itu juga untuk melanjutkan tujuan semula pendirian HW yaitu : sebagai kader Muhammadiyah dalam penyebaran agama Islam. Dikatakan bahwa HW merupakan tempat yang baik untuk mendidik anak-anak Muhammadiyah agar kelak menjadi seorang pejuang yang cinta tanh air dan sekaligus taat pada agama. Oleh karena itu dianjurkan pada warga Muhammadiyah agar jangan ragu-ragu lagi untuk mendidik putra-putrinya melalui Kepanduan HW.

APEL PERESMIAN BERDIRINYA KEMBALI HW
Untuk melaksanakan amanat Pangsar Jendral Sudirman pada sore hari tanggal 29 Januari 1950 secara simbolis HW mengadakan apel yang dipimpin oleh Bp. Haiban Hadjid untuk meresmikan berdirinya kembali kepanduan Hizbul Wathan, dan pada malam harinya Pangsar TNI Jenderal Sudirman wafat. Oleh karenanya pada waktu itu ada semboyan :
“HW BANGKIT UNTUK MELANJUTKAN KEPEMIMPINAN JENDERAL SUDRIMAN”
Setelah HW resmi berdiri lagi banyaklah anggota Pandu Rakyat yang dulu juga pandu HW masuk kembali ke dalam Hizbul Wathan.

MAJELIS HW
Kepanduan Hizbul Wathan yang merupakan organisasi bagian Muhammadiyah dalam struktur organisasinya tidak dapat dipisahkan dari Muhammadiyah. Pimpinan Pusat Muhammadiyah Majelis HW disingkat dengan Majelis HW adalah suatu badan pembantu Pimpinan Muhammadiyah yang diserahi tugas melaksanakan Pimpinan, usaha Muhammadiyah dalam bidang Ke HW an. Majelis HW adalah sebagai Kwartir Besar HW dan mempunyai Pimpinan langsung ke bawah tingkat daerah, cabang. Anggota Majelis HW terdiri dari anggota Muhammadiyah yang mempunyai keahlian tentang HW. Mereka ditetapkan dan diberhentikan oleh PP Muhammadiyah.

MAJELIS HW TAHUN 1961
Ketua : MH. Mawardi
Wk/Kb Umum : R. Haiban Hadjid
KB Bag. Lab : HAG Dwidjosuparto
KB Penghela : R. Subiso Sastrowarsito
KB Pengenal : H. Suroso
KB Athfal : Donowardoyo
KB Bag. Latihan : Otong Muchsin
KB Perw. Jakarta : KH. Mansur
Anggota : R. Dawam Marzuki
Bendahara : Hirmas
Sekretaris I : H. Amien Luthfie
Sekretaris II : Achmad Sumitro, BSc
Sekretaris III : Rofiq JA
Pustaka :
Buku Kenang-Kenangan
Reuni Pandu HW Wreda
di Yogyakarta, 14 Januari 1996



Sumber : GKHWKlaten

18 Negara Dukung Latihan Multilateral Komodo 2014


Rizkie's BLOG_SEBANYAK 18 negara menyatakan mendukung pelaksanaan kegiatan Latihan Bersama Multlateral Komodo 2014 di Perairan Natuna dan Kepulauan Anambas, Propinsi Kepulauan Riau.

Demikian salah satu kesepakatan yang dihasilkan para delegasi dari 18 negara dalam Initial Planning Conference (IPC) Komodo Multilateral Exercise 2014, selama dua hari, 22-23 Agustus 2013, di Hotel Borobudur, Jakarta.

Asisten Operasi Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Asops KSAL), Laksamana Muda TNI Didit Herdiawan, mengucapkan terima kasih kepada para delegasi yang telah berpartisipasi dan berkontribusi, bekerja keras melalui diskusi bersama sehingga menghasilkan formulasi draft untuk pelaksanaan Latihan Bersama Multlateral Exercise Komodo 2014.



“Draft hasil diskusi yang telah dicapai ini mengindikasikan bahwa latihan bersama kedepan dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana,” kata Laksda TNI Didit Heerdiawan pada acara penutupan IPC Komodo Multilateral Exercise 2014, Jumat (23/8).

Menurutnya, pertemuan ini untuk mempertemukan pemikiran para delegasi negara peserta guna mempertajam pelaksanaan kegiatan latihan bersama tersebut.

Kegiatan IPC ini akan dilanjutkan dengan pertemuan lanjutan yaitu Midle Planning Conference (MPC) pada bulan November 2013 dan pertemuan terakhir yaitu Final Planning Conference (FPC) bulan Januari 2014. Delegasi dari 18 negara peserta juga ikut dalam dua kali pertemuan lanjutan tersebut.

Negara peserta Latihan Multilateral Komodo 2014 akan mengirimkan kapal perangnya dalam kegiatan latihan tersebut. Adapun negara peserta latihan tersebut adalah Indonesia sebagai tuan rumah, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, Philipina, Vietnam, Kamboja, Myanmar, Laos, India, Japan, Korea Selatan, Australia, New Zealand, Amerika Serikat (USA), China dan Rusia.

Sedangkan TNI AL akan melibatkan 12 KRI terdiri dari 2 kapal perang jenis Van speijk, 2 sigma, 2 Landhing Platform Dock (LPD), 3 Angkut Tank jenis Froch, 2 Perusak kawal (PK) dan 1 landing Ship Tank (LST) serta 6 pesawat udara milik TNI AL.

Komandan Gugus Tempur Laut Komando Armada RI Kawasan Barat (Danguspurlakoarmabar), Laksamana Pertama TNI Dr. Amarulla Octavian akan bertindak sebagai Direktur Latihan (Dirlat) Komodo Multilateral Exercise 2014.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Dr. Marsetio pada pembukaan IPC Komodo Multilateral Exercise 2014, Kamis (22/8), mengatakan, kerja sama antarnegara tidak terbatas pada kerja sama pertahanan, tetapi juga dimungkinkan untuk menjalin kerja sama pada aspek non-tempur antara lain penanggulangan bencana alam, keamanan maritim dan diplomasi.

Marsetio menilai penting kerja sama antar Angkatan Laut mengingat perkembangan lingkungan strategis di kawasan Asia Pasifik yang sangat cepat dan dinamis terkait permasalahan keamanan, pertahanan dan kondisi lingkungan yang berpotensi terjadi bencana alam.

Menurutnya, penanganan bencana alam yang terjadi di suatu negara sangat mungkin melibatkan Angkatan Laut berbagai negara seperti yang pernah terjadi di Indonesia beberapa waktu lalu. Prakarsa latihan ini juga untuk menindaklanjuti ASEAN Agreement on Disaster Management and Emergency Respons.

Dengan demikian sangat tepat kiranya tema latihan Komodo Multilateral Exercise 2014 adalah ASEAN Navy Cooperation For Stability (Bekerja sama untuk menjaga stabilitas di kawasan ASEAN).

Hal penting yang ingin dicapai pada Latihan Multilateral Komodo 2014, menurut KSAL, meningkatkan kemampuan interoperability antar Angkatan Laut. Selain itu, untuk memanfaatkan kegiatan latihan bersama salah satu bentuk capacity building dan sebagai saluran diplomasi untuk mempererat kerjasama antar Angkatan Laut sehingga dapat menciptakan stabilitas keamanan kawasan.


Sumber : Jurnas

Kamis, 22 Agustus 2013

Menhan RI: Jangan Tukar Perjanjian Ekstradisi dengan Pertahanan


                Purnomo ingin perjanjian dengan Singapura murni tanpa imbal balik.



Rizkie's BLOG - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro berharap tidak ada lagi kesepakatan antara Singapura dan Indonesia yang membutuhkan imbal balik.

Imbal balik yang dirujuk Purnomo terkait dengan perjanjian ekstradisi yang telah diteken oleh pemerintah dua negara pada tahun 2007 lalu, namun kemudian disandingkan dengan kesepakatan kerja sama pertahanan.

Hal ini diungkapkan Purnomo di ballroom Hotel Shangri-La pada Rabu malam 21 Agustus 2013, saat perayaan 48 hari ulang tahun negara Singapura. Purnomo ingin semua kesepakatan yang diteken murni sebuah perjanjian dan tanpa butuh imbal balik apa pun.

"Kalau saat ini kan ada pertukaran. Apabila Indonesia menandatangani kesepakatan kerjasama pertahanan, maka Singapura akan mulai memberlakukan perjanjian ekstradisi. Saya sih maunya ya kesepakatan pertahanan ya pertahanan saja. Kalau ekonomi ya ekonomi saja," ucap Purnomo.

Purnomo mengaku masih terus menjembatani supaya terdapat pemahaman di antara kedua pemerintah terkait isu tersebut. Namun terlepas dari isu tadi, Purnomo menyebut hubungan Indonesia dengan Singapura sangat baik.

Kedua Menteri Pertahanan kerap melakukan kontak lewat telepon untuk membicarakan berbagai hal.

"Bahkan sudah ada kerjasama di bidang pertahanan dalam hal perawatan tank Leopard, karena baik Singapura dan Indonesia sama-sama memiliki alutsista itu," kata dia.

Saat ditanyakan pendapatnya soal hubungan kedua negara yang kerap memanas akibat beberapa isu tertentu, Purnomo menyebut hal itu wajar terjadi. Sebagai negara yang saling bertetangga, masalah pasti selalu ada.

"Yang namanya hidup berdampingan, kalau ada masalah itu wajar dan dapat diselesaikan. Seperti dengan Singapura, apabila ada masalah, maka kami akan duduk bersama untuk mencari solusi untuk berbagai isu," ujarnya.

Dia yakin solusi dapat diraih selama kedua negara menyelesaikan permasalahan menggunakan semangat ASEAN.

"Artinya, kalau ada masalah ya diselesaikan secara baik dan mengedepankan pemahaman bersama," katanya.

Pemerintah Indonesia dan Singapura diketahui telah menandatangani perjanjian ekstradisi pada 27 April 2007 silam di Istana Tapak Siring, Bali. Saat itu terjadi pertemuan antara Presiden SBY dengan Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong.

Saat itu Singapura bersedia membahas kembali kelanjutan kesepakatan ekstradisi yang sempat terhenti. Namun kemudian Singapura menggandengkan kesepakatan ekstradisi dengan perjanjian pertahanan.

Dalam perjanjian pertahanan, Singapura meminta Indonesia menyediakan zona latihan perang bagi mereka. Hal ini lah yang menyebabkan DPR menolak untuk meratifikasi paket kesepakatan tersebut.

Purnomo sendiri mengaku tidak dapat mendesak DPR karena itu sudah bukan ranah pemerintah.

"Kami tidak mungkin ikut campur dalam hal itu. Sehingga apabila belum ada niatan dari DPR untuk meratifikasi perjanjian itu, maka implementasi kesepakatan ekstradisi pun belum berjalan," kata dia


Sumber : VIVAnews

Lama di Depan Komputer Rentan Terserang Stroke



Rizkie'sBLOG_PARA pekerja yang banyak menghabiskan waktu di depan komputer rentan mengalami obesitas hingga stroke dan serangan jantung? Lantas, apa yang bisa dilakukan?

Kesehatan sangat penting bagi setiap orang dan harus dijaga dengan baik. Pasalnya, penyakit bisa mendera siapa saja yang kondisi tubuhnya tidak fit.

"Mengatur pola makan dan exercise adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Dalam hal menjaga keseimbangan tubuh ideal agar tak rentan terhadap penyakit, maka harus ada sebuah komitmen dalam diri, sejauh apa kita ingin sehat," tutur Prof Dr Ir Ali Khomsan saat dihubungi okezone, Selasa (31/1/2012).

Menurutnya, mengatur pola makan yang seimbang erat kaitannya dengan tingkat aktivitas fisik. Kendalanya, kemungkinan masyarakat dewasa ini terserang diabetes semakin tinggi yang disebabkan dari banyak profesi yang menghabiskan waktu selama dia bekerja di tempat duduk dan kurang aktivitas secara fisik.

"Banyak orang yang pekerjaannya lebih banyak dihabiskan di depan komputer, duduk saja, dalam waktu lama, kurang banyak aktivitas secara fisik, belum lagi jika di ruangan ber-AC sehingga rasanya terus-menerus lapar, sehingga ingin makan terus, menyemil, itu berbahaya jika tak diperhatikan," ulas Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor ini.

Kendala padatnya pekerjaan dan tingginya rutinitas sehingga terasa tak ada lagi waktu untuk berolahraga menjadi problema umum masyarakat kota.
 

"Untuk normalnya, sempatkanlah berolahraga tiga hari saja dalam sepekan. Satu kali berolahraga dalam satu hari minimal satu jam. Atau bisa juga dengan melakukan jalan cepat, lima kali sepekan, kurang lebih satu jam," imbaunya.

Kalaupun itu tidak bisa, sambungnya, manfaatkanlah waktu libur seperti saat akhir pekan. Jika normalnya olahraga tiga kali sepekan, sehari minimal satu jam, tapi jika hanya sempat di akhir pekan bisa ditambah menjadi satu setengah jam jogging atau bersepeda.

"Jadi, ya harus disempatkan kalau mau tetap sehat. Komitmen dan treatment (olahraga dan mengatur pola makan) kuncinya. Karena seseorang yang tergolong obesitas rentan terkena penyakit seperti jantung, stroke, asam urat, hipertensi, dan diabetes," tutupnya.


Sumber : Okezone

Rabu, 07 Agustus 2013

Ini tanda-tanda hati yang mati dan cara mengembalikannya


Assalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Sahabatku, kusampaikan di antara tanda-tanda hati yang mati:

1. "Tarkush sholah', berani meninggalkan salat fardhu.

2. "Adzdzanbu bil farhi", tenang tanpa merasa berdosa padahal sedang melakukan dosa besar (QS Al A'raf: 3).

3. "Karhul Qur'an", tidak mau membaca Alquran.

4. "Hubbul ma'asyi", terus menerus maksiat.

5. "Asikhru", sibuknya hanya mempergunjing dan buruk sangka, serta merasa dirinya selalu lebih suci.

6. "Ghodbul ulamai", sangat benci dengan nasihat baik dan ulama.

7. "Qolbul hajari", tidak ada rasa takut akan peringatan kematian, kuburan dan akhirat.

8. "Himmatuhul bathni", gilanya pada dunia tanpa peduli halal haram yang penting kaya.

10. "Anaaniyyun", tidak mau tau, cuek, atau masa bodoh keadaan orang lain, bahkan pada keluarganya sendiri sekalipun menderita.

11. "Al intiqoom", pendendam hebat.

12. "Albukhlu", sangat pelit.

13. "Ghodhbaanun", cepat marah karena keangkuhan dan dengki.

14. "Asy Syirku", syirik dan percaya sekali kepada dukun dan praktiknya.

Semoga Allah menghiasi hati kita dengan keindahan iman dan kemuliaan akhlak. Aamiin.

Subhanallah, lantas bagaimana caranya agar kembali menghidupkan hati yang mati? Mulailah dengan sungguh sungguh bertaubat. Allah janji akan mengubah keadaan mereka yang sungguh-sungguh bertaubat. "Yubaddilullaahu sayyiaaatihim hasanaat." (QS Al Furqon 70).

Tadinya kotor menjadi bersih, tadinya hina menjadi mulia, tadinya mati menjadi hidup, tadinya hatinya keras menjadi mudah menangis.

Kedua, banyak berdzikir, beristighfar dan bersholawat, "liyukhrijakum minazhzhulamaati ilan nuuri." Mereka yang banyak berdzikir, Allah keluarkan dari kegelapan menuju cahayaNya." (QS Al Ahzab 41-44).

Dan Rasulullah pun mengingatkan bahwa perbedaan hamba yang berdzikir dengan yang tidak, seperti orang yang hidup dengan yang mati.

Ketiga, menghidupkan sunnah-sunnah Nabi Muhammad SAW, seperti menegakkan salat malam, tadabbur Alquran, berjamaah di masjid, sedekah, selalu menjaga wudhu, dan sebagainya. Lakukan dengan kesadaran, kecintaan kepada Rasulullah, dan lakukan istiqomah terus menerus, jangan putus.

Maka "wa ashlaha baalahum", Allah ubah keadaan mereka (QS Muhammad: 2). Tentu yang paling utama adalah serius taat, maka banyak keajaiban pada hamba Allah yang sungguh-sungguh taat.

"Barangsiapa bertakwa sungguh-sungguh maka Allah tunjukkan jalan keluar dari masalahnya, dan rizki yang tidak pernah ia duga." (QS Ath Thalaq: 2-3).


Sumber : Merdeka

Minggu, 04 Agustus 2013

Kenali tanda-tanda tekanan darah tinggi!


Rizkie's BLOG__Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi berbahaya yang masih sering diabaikan banyak orang. Maka dari itu, coba kenali tanda-tanda tekanan darah tinggi dengan baik seperti yang dilansir dari Health Me Up berikut ini.

PengertianHipertensi adalah kondisi yang diukur dari seberapa besar kekuatan tekanan darah yang terjadi di dalam arteri. Tekanan darah orang yang sehat adalah 120/80. Jika tekanan darah berada di atas angka tersebut, maka Anda tergolong sebagai pasien hipertensi.
Sebanyak 85 persen pasien tekanan darah tinggi umumnya tidak menunjukkan hasil kesehatan yang baik meski sudah minum obat. Jadi sekali tekanan darah meningkat, seseorang harus bisa menjaga kondisinya dengan hati-hati.

GejalaHipertensi pada dasarnya tidak menunjukkan gejala apapun, sehingga kondisi tersebut kadang disebut sebagai pembunuh diam-diam. Namun beberapa tanda-tanda yang bisa diperhatikan sebagai indikasi adanya hipertensi adalah:
  • Napas pendek
  • Sakit kepala
  • Mimisan
  • Pingsan dan kerap mengantuk
  • Pusing
  • Telinga berdenging
  • Muntah
  • Berkeringat berlebihan
  • Pandangan kabur

Jika Anda mengalami tanda-tanda tersebut, coba hubungi dokter secepatnya. Melakukan tes kesehatan secara rutin juga disarankan demi mencegah efek samping hipertensi yang lebih mengkhawatirkan.



Sumber : Merdeka

Angkut 2.000 orang, KRI Banda Aceh dilengkapi sejumlah fasilitas


Rizkie's BLOG__Sekitar 2.000 pemudik motor telah meninggalkan Terminal Nusantara Pura 2, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Ribuan pemudik tersebut beruntung bisa mudik gratis dengan tujuan Semarang, Jawa Tengah menggunakan Kapal Republik Indonesia (KRI) Banda Aceh.

Tidak hanya itu, keberangkatan para pemudik pun dilepas oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Usai mengecek kesiapan awak kapal di dalam dan juga sejumlah pemudik, Presiden keluar dari Kapal menuju mobil sedan mewahnya nopol B 1909 RFS, tak lupa Presiden melambaikan tangannya kepada para pemudik sebagai tanda ucapan selamat jalan.

"Alhamdulilah mereka senang, mudah-mudahan tidak mengantuk dan capai saat bawa sepeda motor," ujar Presiden kepada awak media sebelum menaiki mobil, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (4/8).

Panglima Kolinlamil Laksamana Muda TNI Darojatim mengatakan kapal dilengkapi beberapa fasilitas guna menunjang kenyaman pemudik saat di perjalanan.

"Di ruangan ada yang satu keluarga bawa dua atau tiga anak. Kapal ini baru sehingga dilengkapi pendingin ruangan, selain gratis ada juga makanan gratis selama perjalanan, ada tim dokter untuk kesehatan mereka," terang Darojatim.

Dikatakan Darojatim penumpang kapal perang buatan dalam negeri tersebut mengaku nyaman dan senang lantaran tidak harus melewati rutinitas tahunan tersebut dengan kemacetan pantura.

Darojatim pun berharap agar para pemudik motor lainnya melirik moda transportasi laut sebagai alternatif pulang kampung.

"Sehingga mereka nyaman dan masyarakat lebih memilih moda angkutan kapal ini," pungkas Darojatim.



Sumber : Merdeka

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...